EKSES PERBUATAN PEMERINTAH

terbit di Koran Harian Jogja 25 Jan 2011

Oleh : Dewa Mahendra

“Berbohong dalam lingkungan manapun merupakan tindakan penghapusan martabat seorang sebagai makhluk manusiawi” Immanuel Kant

Kondisi Negara dan Pemerintahan Indonesia saat ini memang patut di awasi oleh kaum kaum reformis. Seperti yang dilakukan oleh Melanchthon dan Luther yang menentang Organisasi Gereja. Luther memulai gerakan reformasinya pada tahun 1517 dengan  menyerang keburukan gereja yaitu mengenai hirarki pada gereja dan pada hukum gereja yang tidak berdasarkan Kitab Suci, dan yang hanya dipergunakan untuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan keduniawian saja, kemudian mereka mengajarkan ajaran baru dan merubah ajaran tidak lagi berdasarkan pada paham yang bersifat teologis semata. Luther mengajarkan akan memecat bagi negarawan umat agamanya yang mengajarkan ilmu yang menyesatkan. Begitupun Melanchthon yang menolak setiap hukum yang memaksa masyarakat. McAdam (1982) dan Tarrow (1989a) mengatakan bahwa aksi kolektif yang dilakukan terhadap pemerintah sangat berkaitan dengan Pertama, akses terhadap lembaga politik mengalami keterbukaan, Kedua, kesimbangan politik tercerai berai, ketiga, Para elit politik mengalami konflik besar, Keempat, Ketika para pelaku perubahan (penegak hukum) digandeng oleh elite politik dalam system.

Continue Reading →


19. May 2011 by dewa09
Categories: Uncategorized | 1 comment

BERSATU MEROBOHKAN ANTEK-ANTEK MAFIA

Terbit di Okezone

Oleh : Dewa Mahendra

( Mahasiswa Fakultas Hukum Univesitas Gadjah Mada )

Sudah beberapa kali Gayus menerobos hukum dengan aksi mafianya. Beberapa koran cetak maupun media online terus melansir berita yang mengejutkan yaitu terakhir kali ketika ada penonton yang mirip Gayus pada pertandingan Tenis Commonwealth di Bali. Pemberitaan yang cukup gencar ini mudah-mudahan berdampak positif dan menduplikasikan niat shock therapy kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menyuarakan suara dan tindakan untuk memerangi pratek mafia peradilan di negeri ini.  Tidak hanya itu,setidaknya kasus Artatalita masih tajam diingatan kita semua .  Lapas  yang dijadikan tempat dikurung Artatalita ternyata penuh dengan kenikmatan dunia. Layaknya rumah ideal lengkap dengan segala alat kebutuhan sehari-hari. Selanjutnya kita juga patut curiga keberadaaan besan Presiden SBY yaitu Aulia Pohan karena dikhawatirkan Aulia Pohan tidak menjalani hukuman menurut Undang-Undang. Sikap mereka dirasakan mencederai hukum sebagai norma yang harus di patuhi.

Kita sadari bahwa mafia peradilan bukanlah suatu hal yang berbentuk pengorganisasian. Namun secara jelas  mafia peradilan itu ada. Memberantas mafia peradilan juga butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena mafia terorganisir oleh god father yang menyediakan uang. Sikap saling melindungi mafia peradilan menyebabkan mudah menularnya kepada aparat penegak hukum mulai dari Hakim, Jaksa, Polisi dan Advokat. Pantas jika Denny Indrayana (2000) mengatakan bahwa bobroknya sistem peradilan mulai dari pemeriksaan di kepolisian, jaksa, pengadilan sampai ke Lembaga Pemasyarakatan adalah akibat dari bermainnya justice money (uang keadilan) yang sama merusaknya dengan money politics dalam kancah perpolitikan nasional.

Continue Reading →


28. March 2011 by dewa09
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Newer posts →