Peran Pemuda dalam 3 Pilar Pembangunan Bangsa

Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2011 merupakan peringatan yang ke 83 tahun, bukanlah hanya sekedar peringatan saja, melainkan warning bagi pemuda sekarang sebagai generasi yang harus berperan untuk pembangunan bangsa. Peringatan tersebut mengisyaratkan bahwa pemuda – pemudi Indonesia mempunyai tugas terhadap kompleknya persoalan di negeri ini. Kompleknya persoalan tersebut harus diselesaikan bukan untuk di tambah atau bahkan di kembangkan masalahnya hingga tanpa penyelesaian yang pasti. Muh.Yamin, Tan Malaka, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mohammad Natsir adalah sedikit dari sekian banyak pemuda yang telah memberi solusi bagi bangsa ini.

Setidaknya ada tiga pilar penting  dalam bangsa ini yang menjadikan pemuda harus bergerak dan berkarya. Walaupun tidak mengesampingkan elemen elemen bangsa lainnya. Ketiga pilar tersebut adalah Pendidikan, Ekonomi dan Kebudayaan bangsa. Pendidikan adalah pilar yang menjadi bersifat primer bagi pemuda abad 21 ini. Kebutuhan pendidikan bagi pemuda tidak dapat ditolak lagi, karena bangsa ini membutuhkan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan handal dalam mengelolah bangsa, sehingga tidak berlebihan jika menjadikan pendidikan adalah hal yang wajib dan mendasar yang harus di penuhi oleh pemuda. Lantas bagaimana jika ada ketidakmampuan pemuda dalam memperoleh pendidikan ? maka pemerintahlah yang harus sadar dan wajib memenuhi ketidakmampuan tersebut. Pendidikan saja tidak cukup jika hanya mengandalkan mata pelajaran yang tidak mendidik, seharusnya untuk mencegah lahirnya pemuda yang anarkis, harus ada ajaran yang mendidik untuk menjadi pemuda yang bermoral dan bermartabat. Pendidikan menjadikan pemuda tidak hanya berpikir lokal tapi berpikir secara global. Hokenstad dan Midgley (1997), mengatakan”think globally and act locally”. Pemuda Indonesia hendaknya mampu berpikir global namun bertindak berdasarkan kearifan lokal. Perubahan mindset dari nasional ke Internasional ini merupakan cara menjawab tantangan global.

Selanjutnya adalah pemuda harus menjadi salah satu aktor dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian bangsa. Bagian penting ini hendaknya menjadikan bagi pemuda menjiwai perekonomian sebagai salah satu kunci kesejahteraan bangsa. Asian Development Bank (ADB) per 2011 merilis dengan datanya yaitu  negara dengan jumlah penduduk miskinnya terkecil adalah Thailand, yaitu 0,11 juta per 2010. Kemudian ada negara Laos dan Kamboja, masing-masing 2,04 juta jiwa dan 4,09 juta jiwa. Data Perkumpulan Prakarsa selama tiga tahun terakhir, jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat hingga 2,7 juta orang. Pada 2008, masih berada di angka 40,4 juta orang. Sedangkan tahun 2010 meningkat jadi 43,1 juta jiwa. Angka kemiskinan ini, menunjukkan bangsa kita jauh dari kesejahteraan. Peran pemuda dalam bagian ini adalah bisa berkontribusi dalam bidang pengembangan entrepreneurship disegala bidang, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya sumber daya alam maka sudah selayaknya pemuda berinovasi terhadap kekayaan tersebut, jangan sampai menjadi pemuda yang konsumtif belaka.

Selain pilar diatas, maka kebudayaan harus menjadi bagian dalam misi pemuda berkarya, yang menjadi penting adalah pemuda harus menunjukkan identitas bangsa melalui kebudayaan bangsa Indonesia. Budaya bangsa adalah karakter bangsa, maka pemuda yang berbudaya suatu bangsa, maka dapat memiliki karakter suatu bangsa tersebut. Bartelemus (1999) mengatakan tanpa adanya bingkai nilai sosial-budaya yang sehat dan kuat, keinginan menjadikan bangsa memiliki keberlanjutan adalah impian seorang paranonia. Bahkan Socrates mengatakan Gejala kematian bangsa, identik dengan memudarnya atau tereliminasinya budaya bangsa itu sendiri.

Peran pemuda dalam tiga pilar inilah yang diharapkan pemuda sebagai Agent of Change, yaitu sebagai agen perubahan ke arah yang lebih baik, dan perubahan yang memberikan solusi bagi bangsa bukan memberi masalah bangsa.

Oleh : Dewa Mahendra

(Mahasiswa Fakultas Hukum UGM dan Ketua ILF FH UGM)


29. December 2011 by dewa09
Categories: Uncategorized | 1 comment

One Comment

  1. Hello Webmaster, I noticed that http://dewamahendra.blog.ugm.ac.id/2011/12/29/peran-pemuda-dalam-3-pilar-pembangunan-bangsa/ is ranking pretty low on Google and has a low Google PageRank. Now the Google PageRank is how Google is able to see how relevant your webpage is compared to all the other webpages online, if you cannot rank high at the top of Google, then you will NOT get the traffic you need. Now usually trying to get to the top of Google costs hundreds if not thousands of dollars and very highly optimized targeted marketing campaigns that takes a team of experts months to achieve. However, we can show you how to get to the top of Google with no out of pocket expenses (free traffic), no stupid ninja tricks, no silly mind control techniques, and this will be all white hat with no blackhat software or tactics that could possibly land you on bad terms with Google and put you in the dreaded “Google Sandbox”. We’ll show you how to easily capture all the targeted traffic you need, for free, multiple ways to land fast (not months) first-page rankings in Google and other major search engines (Bing, Yahoo, Ask, etc), even show you strategies on how to earn daily commissions just try Ranking Top of Google, please check out our 5 minute video.

Leave a Reply

Required fields are marked *